iklan

Meluaskan kemanfaatan penerbitan buku ke aksi seni budaya

http://adisukmainisiatif.blogspot.com

dikutip dari www.penerbitgarudhawac.com

Ketika sebuah buku diterbitkan, dan diberitakan ke khalayak, maka jelas buku tersebut akan memiliki sebuah dampak sosial, utamanya dari segi intelektual. Mengenai besarnya dampak tentu sangat beragam karena banyak faktor seperti konten buku, dan juga kuantitas distribusinya.
Saat ini, Penerbit Garudhawaca memang masih belum mampu mendongkrak penjualan yang memungkinkan dampak  intelektual yang besar. Tentu kami terus melakukan upaya peningkatannya. Namun, sejalan dengan itu, pemilik/pengelola Penerbit Garudhawaca tetap memiliki kepedulian soal dampak ini. Utamanya adalah dampak sosial dan budaya, atau kami menyebutnya “cultural and social impact”. Yaitu bagaimana kami, sebagai sebuah “company” atau badan usaha, tetap memberikan sumbangsih yang positif kepada masyarakat tanpa harus menunggu penerbit ini sukses besar secara ekonomi.

Mulai bulan Agustus 2015 ini, Ahmad Jalidu, pendiri dan pengelola Penerbit Garudhawaca telah meniatkan untuk menyisihkan sebagian hasil ekonomis dari usaha ini untuk kegiatan utamanya di bidang seni dan budaya. Melalui sebuah program yang diberi nama Adisukma Inisiatif, kita akan mendukung aktivitas kebudayaan dan atau seni meski dalam lingkup yang relatif kecil.

Adisukma Inisiatif akan mengumpulkan sebagian dari hasil usaha Penerbit Garudhawaca dan Toko buku online Gardabuku.com serta semoga ditambah oleh donatur-donatur sukarela yang bersedia. Hasil usaha yang dimaksud bukan hanya dari hasil penjualan buku dan ebook saja, tetapi bahkan sebagian dari BIAYA ADMINISTRASI yang dibayarkan penulis juga kami sisihkan untuk disalurkan kepada Adisukma Inisiatif. Jadi, jelas, semua penyangga penerbitan kita ini, baik pengelola, penulis maupun pembeli (pembaca) semuanya berperan aktif dalam meraih dampak sosial budaya ini. Hebat bukan? Ya. Ini semacam Corporate Social Responsibility bagi perusahaan-perusahaan besar.
Sementara ini, Adisukma Inisiatif akan mendukung dua unit kegiatan.
  1. Acara bernama PARANDANCE, yaitu sebuah event seni pertunjukan tari dan seni gerak yang memberi ruang kepada siapapun seniman-seniman muda di Yogyakarta dan sekitarnya untuk mempertunjukkan karyanya. Acara yang diorganisir oleh komunitas GMT JOGJADRAMA ini digelar dua bulan sekali dan sudah dimulai sejak Mei 2014. Info mengenai Paradance bisa dilihat di sini.
  2. Komunitas belajar gratis SEKOLAHKITA. Ini adalah sebuah program belajar alternatif/kursus non formal yang memberi kesempatan kepada siapapun untuk meraih pengetahuan atau keterampilan yang ia butuhkan secara gratis. Kelas-kelas kursus yang dibuka meliputi berbagai keterampilan seni, juga keterampilan atau pengetahuan non seni lainnya. Sekolahkita akan mengorganisir kelas kursus tersebut dimana Peserta kursus tidak membayar dan pengajar juga sementara tidak dibayar. Informasi mengenai Sekolahkita bisa dilihat di sini.

Nah, demikianlah kabar baik ini. upaya ini dikabarkan agar supaya Anda para penulis juga mengetahui bahwa manfaat yang diberikan oleh buku Anda sungguh meluas dengan cara ini. Semoga, ini menjadi tabungan amal bagi kita semua. Amin.

Salam.
Ahmad Jalidu

informasi mengenai Adisukma Inisiatif bisa dilihat di sini.

Comments

kaos dari Tees