banner

banner

Iklan Google

Tuesday, August 25, 2015

ALGEA : Kumpulan Puisi yang lembut dan menggemaskan


ALGEA, Makmur HM, 13 x 19 cm : 118 hlm ; Penerbit Garudhawaca, Agustus 2015

Harga edisi cetak : 40.000- BELI
Edisi ebook Rp. 20.000

Algea adalah kumpulan puisi ke-4 Makmur HM. Buku ini diluncurkan menandai usianya ke -25. Tetapi tentu bukan sekedar peringatan kelahiran. Algea adalah  buah karya tulus kepenyairannya yang telah dirintis sejak remaja. Algea, adalah puisi yang mesti Anda baca.

Makmur HM, Lahir di Pelalawan, Riau. Memulai menulis puisi sejak di bangku Tsanawiyah di Pesantren Al-Munawwarah Pekanbaru. Aktif menulis di berbagai media cetak dan online. Saat ini bekerja sebagai staf redaksi portal berita www.detakpekanbaru.com dan belajar di Jurusan KOmunikasi Universitas Abdurrab Pekanbaru.

Monday, August 24, 2015

Meluaskan kemanfaatan penerbitan buku ke aksi seni budaya

http://adisukmainisiatif.blogspot.com

dikutip dari www.penerbitgarudhawac.com

Ketika sebuah buku diterbitkan, dan diberitakan ke khalayak, maka jelas buku tersebut akan memiliki sebuah dampak sosial, utamanya dari segi intelektual. Mengenai besarnya dampak tentu sangat beragam karena banyak faktor seperti konten buku, dan juga kuantitas distribusinya.
Saat ini, Penerbit Garudhawaca memang masih belum mampu mendongkrak penjualan yang memungkinkan dampak  intelektual yang besar. Tentu kami terus melakukan upaya peningkatannya. Namun, sejalan dengan itu, pemilik/pengelola Penerbit Garudhawaca tetap memiliki kepedulian soal dampak ini. Utamanya adalah dampak sosial dan budaya, atau kami menyebutnya “cultural and social impact”. Yaitu bagaimana kami, sebagai sebuah “company” atau badan usaha, tetap memberikan sumbangsih yang positif kepada masyarakat tanpa harus menunggu penerbit ini sukses besar secara ekonomi.

Mulai bulan Agustus 2015 ini, Ahmad Jalidu, pendiri dan pengelola Penerbit Garudhawaca telah meniatkan untuk menyisihkan sebagian hasil ekonomis dari usaha ini untuk kegiatan utamanya di bidang seni dan budaya. Melalui sebuah program yang diberi nama Adisukma Inisiatif, kita akan mendukung aktivitas kebudayaan dan atau seni meski dalam lingkup yang relatif kecil.

Adisukma Inisiatif akan mengumpulkan sebagian dari hasil usaha Penerbit Garudhawaca dan Toko buku online Gardabuku.com serta semoga ditambah oleh donatur-donatur sukarela yang bersedia. Hasil usaha yang dimaksud bukan hanya dari hasil penjualan buku dan ebook saja, tetapi bahkan sebagian dari BIAYA ADMINISTRASI yang dibayarkan penulis juga kami sisihkan untuk disalurkan kepada Adisukma Inisiatif. Jadi, jelas, semua penyangga penerbitan kita ini, baik pengelola, penulis maupun pembeli (pembaca) semuanya berperan aktif dalam meraih dampak sosial budaya ini. Hebat bukan? Ya. Ini semacam Corporate Social Responsibility bagi perusahaan-perusahaan besar.
Sementara ini, Adisukma Inisiatif akan mendukung dua unit kegiatan.
  1. Acara bernama PARANDANCE, yaitu sebuah event seni pertunjukan tari dan seni gerak yang memberi ruang kepada siapapun seniman-seniman muda di Yogyakarta dan sekitarnya untuk mempertunjukkan karyanya. Acara yang diorganisir oleh komunitas GMT JOGJADRAMA ini digelar dua bulan sekali dan sudah dimulai sejak Mei 2014. Info mengenai Paradance bisa dilihat di sini.
  2. Komunitas belajar gratis SEKOLAHKITA. Ini adalah sebuah program belajar alternatif/kursus non formal yang memberi kesempatan kepada siapapun untuk meraih pengetahuan atau keterampilan yang ia butuhkan secara gratis. Kelas-kelas kursus yang dibuka meliputi berbagai keterampilan seni, juga keterampilan atau pengetahuan non seni lainnya. Sekolahkita akan mengorganisir kelas kursus tersebut dimana Peserta kursus tidak membayar dan pengajar juga sementara tidak dibayar. Informasi mengenai Sekolahkita bisa dilihat di sini.

Nah, demikianlah kabar baik ini. upaya ini dikabarkan agar supaya Anda para penulis juga mengetahui bahwa manfaat yang diberikan oleh buku Anda sungguh meluas dengan cara ini. Semoga, ini menjadi tabungan amal bagi kita semua. Amin.

Salam.
Ahmad Jalidu

informasi mengenai Adisukma Inisiatif bisa dilihat di sini.

Wednesday, August 12, 2015

Menjual Kesan di Depan Kelas


Menjaul Kesan di Depan Kelas, Tri Utomo; 14,4 x 21 cm ; 96 cm ; Penerbit Garudhawaca, Juni 2015
harga edisi cetak : Rp. 38.000 ; edisi ebook Rp 20.000

Buku “Menjual Kesan di Depan Kelas” ini berisi  Motivasi, Informasi, Kiat dan Pesan-pesan Moral. Disampaikan dalam bentuk cerita, anekdot, permainan, informasi dan kiat-kiat. Disusun secara sederhana agar mudah dipahami dan dilaksanakan sebagai media pendamping dalam rangka menuju pemelajaran yang menarik dan efektif sekaligus sebagai materi pengembangan diri positif dalam rangka membentuk pribadi yang utuh.

Thursday, June 11, 2015

Terra Incognito : Jejak-jejak di Tanah Antah-berantah


Terra Incognito : Jejak-jejak di Tanah Antah-berantah
Kumpulan esai siswa-siswi Sampoerna Academy Boarding School, Bogor.
Editor : Udan Bitteraty
Harga : Rp 52.500 (edisi cetak)
            Rp 30.000 (edisi ebook).

Tuesday, May 12, 2015

Review Buku Cerpen "Galuh Suka Mencuri Bunga Mawar"

Judul: Galuh Suka Mencuri Bunga Mawar
Penulis: Andy Sri Wahyudi
Penerbit: Garudhawaca Media Publisher
Tebal Buku: 13x19 cm
Tebal Halaman: 200 halaman
ISBN 978-979-18632-6-1
Terbit: Juni 2011

Kumpulan cerpen Galuh Suka Mencuri Bunga Mawar ini bertema kemanusiaan yang ide ceritanya sederhana dan out of the box. Idenya unik, terus terang saya belum pernah baca cerpen seperti ini sebelumnya. Mengangkat kisah yang jarang disampaikan oleh penulis kebanyakan. Namun, kesederhanaan cerita inilah yang menjadi nilai plus dari kumpulan cerpen ini.

Penulis menggunakan bahasa yang terkadang nyeleneh karena mungkin cerpen-cerpen ini diperuntukan bagi pembaca-pembaca dewasa, mengingat beberapa judul yang menceritakan kehidupan, maaf, seksual. Pada bagian awal, pembaca akan dibawa oleh konflik yang mengalir terus. Sampai pada bagian akhir, pembaca akan mengalami keterkejutan. Menariknya lagi, saya lebih tertarik pada bagian anti klimaksnya daripada bagian klimaknya karena adanya sesuatu yang mengejutkan itu tadi.

Namun, dibeberapa judul cerpen, seperti Roda di Atas Bukit, Menunggu Laela, dan Lorong Gelap, saya agak kesusahan untuk mencari maksud jalannya cerita. Membuat saya harus beberapa kali mengulang bacaan agar benar-benar paham amanat yang ingin disampaikan oleh penulis. Untuk cetak bukunya sudah rapi, tapi masih ada beberapa pemenggalan kata yang rancu untuk dibaca. Contohnya, sendir-ian, upac-ara, den-gan, sev-enteen, dll. Mungkin ini hanya masalah cetak saja.

Secara keseluruhan, kumpulan cerpen ini cocok dibaca untuk menambah genre bacaan. Dibacanya juga dengan hati yang tenang dan suasanya yang nyaman agar dapat menangkap inti cerita dengan baik dan benar. Biasanya, karya yang diterbitkan secara indie akan memiliki nilai istimewa dihati para pembaca setianya, tentunya dengan materi dan nilai-nilai yang kuat dan berkarakter.

Salam,
Disa